Judul : People Like Us
Penulis : Yosephine Monica
Penerbit : Haru
Thn.
Terbit : 2014
Tebal : 325 Halaman
Rate : 8,5/10
Sinopsis
Akan
kuceritakan sebuah kisah untukmu.
Tentang
Amy, gadis yang tak punya pilihan dalam hidupnya.
Serta
Ben, pemuda yang selalu dihantui masa lalu.
Sepanjang
cerita ini, kau akan dibawa mengunjungi potongan-potongan kehidupan mereka,
Tentang
impian mereka,
Tentang
cinta mereka,
Tentang
persahabatan,
Tentang
keluarga,
Juga
tentang… kehilangan.
Mereka
akan melalui petualangan-petualangan kecil, sebelum salah satu dari mereka
harus mengucapkan selamat tinggal.
Mungkin,
kau sudah tahu bagaimana cerita ini akan tamat.
Aku
tidak peduli.
Aku
hanya berharap kau membacanya sampai halaman terakhir.
Kalau
begitu, kita mulai dari mana?
.
.
.
“Jika kau bisa berhenti
membenci seseorang, kau juga bisa berhenti menyukai seseorang.” Halaman 220.
Ada Amellia Collins (Amy), gadis
biasa-biasa saja. Tidak ada yang menarik dari dirinya. Namun ada 3 hal yang
dimiliki oleh dirinya: penulis cerita yang tidak memiliki akhir, jatuh hati
pada Benjamin Miller, dan penyakit kanker yang dideritanya.
Sementara disisi lain, ada Benjamin
Miller (Ben), yang sangat tidak menyukai Amy karena gosip kampungan yang
mengatakan bahwa gadis itu menyukainya. Ben tidak suka menjadi omongan orang
dan menjadi pusat perhatian. Tapi karena Amy, satu sekolah pun tahu tentang
dirinya.
Pertemuan Ben dan Amy, membuat
salah satu dari mereka sangat membenci. Ben merasa malu dan berharap Amy pergi
selamanya dari hidupnya.
Semua berubah ketika kanker Amy
bertambah parah. Teman terdekatnya Amy memaksa Ben untuk sesekali menjenguk
Amy. Selama menjenguk Amy, Ben pun tahu gadis itu suka menulis cerita. Membuat
Ben teringat lagi impian masa kecilnya untuk jadi penulis. Apakah persamaan
impian itu bisa membuat Amy dan Ben bersama? Apakah kisah ini berakhir bahagia
atau sedih?
.
.
.
Yosephine Monica berhasil meramu cerita ini dengan
sangat baik. Meski tema penyakit kanker atau mematikan itu udah mainstrim
banget, tapi aku tetap suka karena konsep pengemasan ceritanya yang unik dan
story telling ala terjemahan gitu. Berasa membaca novel dari penulis luar. Juga
gaya bahasa yang gak kalah seperti penulis yang sudah terkenal lainnya. Jadi
tidak heran novel ini sangat laris pada kalangan remaja yang memang juga
ditulis oleh seorang remaja yang memenangkan lomba 100days Romance yang ditaja
Penerbit Haru.
No comments:
Post a Comment