
Judul : The Sea King’s Daughter
Penulis : Aaron Shepard
Genre : Fiksi
Thn. Terbit : 1997
Rate : 9/10
Oke
kali ini aku akan bercerita agak panjang tentang buku satu ini dan aku memang
sudah lama menyimpan kisah The Sea King’s Daughter. Dari sekian cerita rakyat
dan legenda Rusia, sepertinya cuma ini paling menarik diantara legenda Rusia
lainnya yang pernah aku baca.
.
.
Salah satu legenda Rusia. Judulnya The King Sea’s Daughter.
Dulu
di Novgorod, ada musisi muda bernama Sadko yang bakatnya membuat banyak
pedagang jatuh hati. Setiap kali Sadko diminta memetik gusli-nya di alun-alun, tidak akan ada satu orang pun yang tidak
berdansa. Sebagai bayaran, pemuda itu diizinkan makan hidangan enak-sesuatu
yang mustahil dia dapatkan setiap hari karena dia hanya musisi miskin.
Meski senang tinggal di Novgorod,
Sadko juga kesepian. Suatu hari, dia mampir ke tepi sungai Volkhov dan
memainkan gusli di tempat favoritnya.
Dia lantas mengatakan, ‘Dimatamu, Sungai
Volkhov, tak ada perbedaan di antara rakyat kaya dan miskin. Jika kau seorang
gadis, aku akan menikahimu. Lalu kita bisa tinggal di Novgorod, kota yang aku
cintai.’
Lalu
tebak apa yang terjadi? Jika kalian menebak bahwa sungainya bergejolak, itu
tebakan yang jitu.
Dari sungai tersebut, muncul pria
bermahkota mutiara dan bersurai rumput laut. Katanya, ‘Kau, sang musisi. Aku adalah sang Raja Lautan. Maksud kedatanganku
adalah untuk menyampaikan pesan dari putriku-Putri Volkhov yang terkesan dengan
permainan gusli-mu yang indah. Lagumu
menghibur warga kerajaan.’
Sang Raja lalu mengundang Sadko
bermain di istananya, tapi Sadko tidak tahu cara pergi ke sana. Raja Lautan
yakin dia akan menemukan solusinya, sementara dia menghadiahi pemuda itu dengan
ikam bersisik emas atas permainannya yang memukau. Tanpa menunggu lama, Sadko menjual
hadiah itu dan memakai uangnya untuk berlayar meninggalkan Novgorod. Namun di
tengah perjalanan, laut bergejolak. Awak kapal menduga Raja Lautan
meniginginkan tumbal. Menyadari kejadian itu sebagai tanda, Sadko mengorbankan
diri. Dia terjun ke dalam laut.
Lalu, Sadko berhasil menemukan
kerajaan itu dan memainkan gusli di
sana.
Setelah Sadko memainkan gusli, Sang Raja makin terkesan dan dia
tidak mau pemuda itu kembali ke daratan. Jadi, dia menikahkan Sadko dengan
Putri Volkhov. Di sisi lain Sadko sangat mencintai Novgorod. Setiap kali dia
ingin menyentuh sang putri, peringatan Sang Ratu akan menghalangi. Mengingatkan Sadko, kalau satu ciuman saja akan menutup jalannya pulang ke daratan. Sampai
kemudian, Putri Volkhov bertanya, ‘Mengapa
kau belum menyentuhku, sayang?’ Sadko pun menjawab, ‘Karena ini adalah aturan yang berlaku di kotaku. Kami tidak memeluk
atau mencium pasangan di malam pertama.’ Sang Putri, kecewa, membalas, ‘Dan sepertinya, kau tak akan pernah
mendapatkan kesempatan itu.’
Keesokan paginya, Sadko mendapati
dirinya berada di tepi Sungai Volkhov alih-alih disamping sang putri. Begitu
melihat dinding kota Novgorod, sang musisi bangkit sambil menyeka air mata. Air
mata yang mungkin saja menggambarkan kebahagiaan karena akhirnya pulang, atau
mungkin kesedihan karena berpisah dengan Putri Volkhov. Atau mungkin dua-duanya.
Kisahnya belum selesai.
Kehidupan Sadko di Novgorod tidak
banyak berubah. Dia tetap memetik gusli;
menarik para pedagang untuk berdansa. Sampai kemudian, sang musisi menikahi
gadis muda di kota tersebut. Mereka membina rumah tangga; membesarkan
anak-anak. Sesekali Sadko menyaksikan sang buah hati menari saat lagunya
mengalun.
Namun, Sadko masih menyempatkan diri
berkunjung ke Sungai Volkhov. Mengirim penghiburan pada sungai lewat lantunan
musiknya. Kadang, ada sesuatu menyembul dari dalam air-sesuatu yang mungkin
hanya pantulan dari purnama.
Atau mungkin sosok sang putri yang
ingin melepas rindu pada sang musisi walau dalam satu lagu saja.
.
.
Yes,
aku mewek baca ini. Cerita legenda yang bikin aku lebay selama satu minggu. Gak
bisa move on dan aku sudah lama sekali ingin menyampaikan cerita yang sudah
tersimpan lama ini kepada kalian yang mungkin saja mampir ke blog ini. Oh ya
kalau kalian gak tau Gusli itu apa, silahkan search di mbah google muehehe :D
Oke
cukup sekian dan semoga terhibur…
No comments:
Post a Comment