Tuan…
Aku bertanya kesana dan
kesini
Kabar dari hatiku
Yang mulai lupa tentang
dirimu
Entahlah…
Bagaimana perasaan ini dikemudian
Aku tidak berani
memikirkannya
Mencoba tuli dan
menutup telinga rapat-rapat
Disaat hati mengatakan
yang sebenarnya
Maka… akan kuceritakan
padamu
Ada sosok yang
membuatku susah tidur beberapa hari ini
Pria dengan sejuta
pesonanya
Pria yang tak menyadari
Bahwa rasa tertarikku
kian hari kian melambung tinggi
Andai ia tidak pernah
ada
Mungkin aku sudah
berlaku gila didepanmu
Dan andai mataku tidak
menangkap siluet punggung kokohnya
Mungkin aku tidak akan
merasa segamang ini
Dan disaat punggung itu
benar-benar raib dari pandanganku
Aku ingin menjerit
menghentikannya
Aku…
Tak pernah dewasa di
usia setua ini
Masih tak mampu
berpikir hanya menggunakan logika
Tanpa mengikut
campurkan perasaan
Walau era millenium
telah mengambil peradaban
Dan yang lebih parah
dari semua sikap kekanak-kanakan ini adalah,
Aku tidak
sungguh-sungguh ingin membuang, dan malah memilih tetap sebagai penyimpan
Dan betapa aku berharap
suatu hari nanti, bisa benar-benar mengajaknya bicara tanpa henti
No comments:
Post a Comment