Pada
sudut terjauh dalam sepi
Aku
berdiri di sini
Menatap
cermin tuk sadari diri
Bahwa
harga diri telah mati ditelan hari
Hingga
kesulitan menemukan layaknya diri ini
Kurangkai
aksara menjadi doa
Kukirimkan
kepada langit-langit doa
Menunggu
wujudnya yang bersedia
Walau
pada akhirnya…
Tak
kunjung sampai titik temunya
Lalu,
kubiarkan Tuan berkelana
Mencari
yang bisa menyamainya
Karena
aku tak pernah mampu
Menjadi
sosok yang selayaknya
Kini…
ku coba hilangkan dia
Memalingkan
pandangan pada punggung kokohnya
Menepis
rasa tertarik yang kian hari kian menganga
Walau
bayangnya masih meliuk-liuk setia
No comments:
Post a Comment