My Blog List

Monday, 2 July 2018

Juli dan setelahnya

Aku tertegun menikmati buaian angin di bulan Juli yang menerpa wajahku,
Membawa serta aroma masa lalu,
Lamunanku kini melayang pada sosok pria di masa lalu,
Cinta pertamaku yang tidak pernah menjadi sempurna,

Benar kata orang...
Lebih baik patah hati dibandingkan harus berjuang rasa cinta bertahun-tahun seorang diri,
Disaat semua orang bisa berpindah hati,
Aku justru masih terpaku dengan cinta yang belum dipastikan,
Masih terbayang dalam otakku bagaimana ia tersenyum,
Senyuman yang bisa membuatku melakukan apapun,

Tapi sekarang...
Semua berubah,
Hambar,
Dan bahkan, aku tidak tahu sekarang siapa yang lagi menjauhi siapa,

Setelahnya...
Diriku gelisah,
Aku menyadari itu,
Satu kejadian yang sudah membuatku tak lagi sama,
Ada sesuatu yang bergejolak pelan dalam jiwaku,
Kepada seseorang yang baru,
Sosok baru yang kupuja,
Yang selalu ada disekitarku bagai sinar matahari sore yang menggelimantang,
Sosok yang menyimpan rahasia dibalik tawa,
Yang berkisah tentang cinta dengan fisiknya yang menawan,

Terakhir...
Untuk sosok di masa lalu,
Kutitip salam, untuk cinta pertama, sang pemberi beribu cerita,
Sampaikan rinduku tentang hujan, juga rindu dan rasa yang akan aku hapus dengan perlahan untuk dia,
Karena aku tak akan lagi jatuh padanya.

No comments:

Post a Comment