Hai pedagang kopi
Aku punya uang dua ribu lima ratus rupiah
Tanpa gula kuminta buatkan
Selayak kopi yang seutuhnya pahit
Kau seduhkan kenangan
Kau seduhkan juang
Kau beri candu singgah di lidahku
Dan selalu menjadi kopi idamanku
Bersama gerimis
Semerbak wanginya menyadarkan lamunanku
Kucecap rasanya yang hangat
Setiap tegukan selalu membuatku teringat
Aku tersadar
Penantianku tak akan mengucap selamat datang
No comments:
Post a Comment